Topik Terhangat

Pesona Baru Danau Bungara Kutabaharu

DiliputNews.com, Aceh Singkil – Siapa yang tidak kenal dengan Aceh Singkil, wilayah yang dulunya bagian dari kabupaten Aceh Selatan, daerah yang terletak di ujung barat selatan aceh yang menghubungkan Banda Aceh, Medan dan Sibolga, tak hanya hal tersebut aceh singkil juga memiliki kekayaan alam yang berlimpah yang menjadi pilihan tersendiri bagi para traveller.

Danau Bungara, begitulah masyarakat singkil menyebutnya, pulau kecil yang terletak di Kecamatan Kutabaharu, berhasil mencuri perhatian para wisatawan dengan Keindahan alamnya, danau keciil itu berpotensi untuk dijadikan objek wisata Danau yang terletak paling ujung timur Kabupaten Aceh Singkil Laut Tawar, sehingga menjadi objek wisata andalan daerah tersebut.

Danau tersebut dikelilingi oleh tumbuhan sawit, cukup dengan duduk santai dibawah rindagan pohon sawit untuk menikmati keindahan danau laut tawar di daerah tersebut, bisa juga dengan menaiki perahu untuk mengililingi mengitari gugusan pulau dibarengi dengan memancing ikan laut. Sabtu, 19/08/2017.

Camat Kutabaharu, Sofyan menyatakan, Danau Bungara yang masih sangat asri dan kaya akan sejumlah ikan laut itu kini menjadi objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun dari luar daerah, tak bisa dipungkiri pula danau yang kini telah menjadi objek wisata itu merupakan kawasan laut kecil yang menjadi mata pncaharian nelayan di kutabaharu.

“Selain untuk wisata, juga menjadi kawasan mata pencaharian warga nelayan kecil, karena danau seluas kurang lebih 85,6 hektare ini dihuni berbagai macam ikan tawar jenis gabus, gurami, nila, paitan dan baung, bahkan ikan laut dari berbagai jenis (spesies) juga terkadang pindah ke danau ini.” Ujar sofyan
Bahkan, kata penduduk setempat sebuah perahu nelayan yang pernah tenggelam di Danau Bungara, bangkai kapalnya ditemukan di anak laut Singkil Utara.

Informasi tersebut dikatakan saat berlangsungnya acara perlombaan mengkayuh bungki (sampan) di Danau Bungara. Acara itu baru pertama sekali diadakannya di danau itu dalam rangka guna memeriahkan Dirgahayu Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72.

Pantauan perlombaan mengkayuh bungki diikuti 20 tim perahu, satu tim berjumlah 2 orang peserta. Dalam setiap pertandingan peserta perlombaan mengkayuh sebanyak 4 tim berjarak 150 meter dalam bentuk sirkuit lurus di garis batas bentangan tali selebar 10 meter.

Dua tim yang tercepat berhasil meraih bendera di garis finish dan kembali ke awal start dinyatakan menang untuk babak penyisihan selanjutnya.

Warga mulai dari kalangan anak-anak, remaja bahkan para orang tua sekalipun begitu bersemangat, sehingga tangkahan sederhana tempat perahu bersandar banyak dipenuhi penonton lomba yang digelar dua hari berturut-turut 16-17 Agustus 2017.

Sofyan mengatakan, acara mengkayuh bungki begitu sangat antusias diikuti para pemuda, terlebih pemuda dari Kota Subulussalam pun hampir 50 persen mengikuti perlombaan olah raga air itu.

Dikatakannya, danau ini mempunyai keunikan tersendiri, karena mempunyai tiga pulau kecil yakni Pulau Mangga, Pulau Nenas dan Pulau Cumpeudak (Nangka Hutan).

“Diantara pulau itu, salah satu pulaunya yang bernama Pulau Mangga bergerak-gerak alias berpindah-pindah, karena diduga daratannya tidak sampai ke dasar air,” ungkap Sofyan.

Danau ini juga aman damai, belum pernah sekalipun warga atau nelayan yang diterkam buaya. Sewaktu wartawan berjalan-jalan menggitari danau di temani Camat Kutabaharu dan warga setempat, keindahan danau ini masih tampak alami, angin sore yang berhembus sepoi-sepoi membuyarkan lamunan tatkala lalai menyaksikan keindahan alamnya.

Lebih lanjut Sofyan sangat berharap acara itu dapat terus terlaksana, pada tahun-tahun mendatang. Kepada Pememerintahan setempat ia meminta agar dapat memberdayakan sumber daya alam (SDA) kawasan Danau Bungara karena, danau yang kedalaman airnya mencapai 15 meter ini berpotensi menjadi kawasan objek wisata Danau Laut Tawar. (Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :