Topik Terhangat

Dampak pengunaan Gadget Terhadap Anak

Foto @google


DiliputNews.com, Techno – Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bai kehidupan selanjutnya. Anak usia dini sendiri adalah mereka yang memiliki rentan usia antara 0-8 tahun. Pada masa ini terjadilah proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek, salah satu diantaranya adalah aspek dalam interaksi sosial.

Gadget merupakan salah satu bentuk alat komunikasi yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya. Alasan awal orangtua mengenalkan gadget kepada anak supaya komunikasi orangtua dengan anak lebih mudah. Orangtua memberikan pilihan bentuk atau model gadget disesuaikan dengan keinginan anak. Supaya anak lebih rajin dan semangat untuk proses belajarnya. Biasanya orangtua tidak segan memberikan gadget yang lebih canggih terhadap anaknya daripada yang mereka miliki. Hal ini terjadi supaya anak lebih maju dalam pemikiran dan lebih canggih dalam penggunaan teknologi atau gadget. Niat orangtua memberikan gadget memang sesuai untuk kebutuhan berkomunikasi. Awalnya penggunaan pertama hanya diisi dengan fitur audio seperti musik supaya anak tidak jenuh dan menjadi media hiburan untuk anak-anaknya. Pertama mempunyai gadget anak biasanya cenderumg menurut terhadap apa yang diajarkan orangtua. Namun lama kelamaan anak-anak biasanya bosan dengan konten atau fitur yang ada. Serta anak-anak luput dari pengawasan orangtua. Dan anak-anak itu memanfaatkan gadget untuk kepentingan bermain game yang asik daripada komunikasi. Sehingga anak-anak menjadi terlena dengan gadget dan tidak peduli lagi dengan lingkungannya. Hal ini sangat ironis karena dunia anak sekarang lebih individualis daripada dunia anak-anak sebelum mereka mengenal gadget.

Penggunaan gadget memberikan dampak kepada penggunanya. Kemudahan dalam bidang teknologi membuat pengguna mempunyai pendapat yang berbeda dalam konteks akibat setelah menerima teknologi tersebut. Ada dampak positif (meningkatkan semangat belajar anak) tetapi juga ada dampak negatifnya (berdampak pada kemalasan, karena anak-anak lebih mementingkan gadgetnya daripada pembelajarannya). Itulah beberapa dampak yang disebabkan penggunaan gadget pada anak-anak.

Pertama dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin hari semakin cepat membuat anak mendapat kemudahan terhadap informasi serta kemudahan dalam menjalin komunikasi dengan orangtua, teman, sanak saudara dengan jarak yang jauh. Dan dengan gadget anak-anak mudah berkomunikasi dengan orang banyak tanpa membutuhkan biaya yang banyak. Misalnya melalui jejaring sosial anak-anak dapat berkomunikasi dengan orang dari berbagai belahan di dunia.

Kedua dengan kemajuan teknologi yang dimiliki, anak-anak menemukan permainan-permainan yang kreatif dan menantang. Anak-anak akan asik dengan permainan ynag ada dan keingintahuannya akan menjadi lebih serta ingin terus mencoba dengan permainan-permainan baru yang sejenisnya. Hal ini bisa menguntungkan terhadap kreatifitas anak. Karena anak-anak akan berfikir bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ada di permainan dalam gadgetnya. Tetapi ketika belajar, anak tidak mau mencari data. Anak-anak menginginkan sesuatu yang serba cepat dan langsung terlihat hasilnya.

Ketiga malas menulis dan membaca. Tidak semua penggunaan gadget berdampak positif. Penggunaan gadget yang berlebihan membuat anak-anak menjadi malas menulis dan membaca. Karena dengan penggunaan gadget anak-anak lebih tergoda dengan variasi warna yang ada pada tampilan gadget. Sedangkan dalam buku bacaan hanya monoton satu warna. Media visual ini yang menyebabkan anak-anak malas untuk membaca. Dengan menggunakan gadget anak-anak akan lebih senang daripada dengan menulis di buku tulis. Menghemat waktu. Misal jika terjadi kesalahan dalam penulisan menggunakan gadget tinggal menekan tombol hapus akan hilang dengan sendirinya. Sedangkan dengan menulis jika ada kesalahan harus mencari penghapus dan kemudian menulis lagi. Efisien waktu membuat anak malas untuk menulis.

Keempat penurunan dalam kemampuan bersosialisasi. Anak-anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar serta tidak memahami etika bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Lebih ironisnya lagi tidak bisa menghormati orang yang lebih tua. Anak-anak selalu ingin mendapatkan sesuatu dengan cepat tanpa melihat prosesnya. Padahal prosedur untuk mendapatkan harus antri. Apa yang diinginkan harus segera ada dan terwujud, karena terbiasa mendapat pemahaman melalui gadget.

Menimbang untung ruginya mengenalkan gadget pada anak, pada akhirnya memang sangat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain gadget. Karena itu, kepada semua orangtua perlu diingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan gadget pada anak. Orangtua perlu menerapkan sejumlah aturan kepada anak-anknya dalam menggunakan gadget. Untuk bisa memanfaatkan gadget dengan efektif, harusnya sebagai orangtua bisa mamahami dan menjelaskan mengenai konten yang ada pada gadget. Tanpa adanya pendampingan dari orangtua, penggunaan gadget tidak akan berfokus pada apa yang diajarkan orangtua. Biasanya justru akan melenceng dari apa yang orangtua ajarkan. (Red)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :