Topik Terhangat

50 Hektar Lahan terbakar Di Pidie

Ilustrasi (kebakaran lahan gambut di aceg barat)

DiliputNews.com, Pidie – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Aceh, menyatakan sekitar 50 hektare areal kawasan hutan di wilayah itu terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Apriadi melalui sabungan telepon seluler dari Banda Aceh, Ahad mengaku hutan yang terbakar ditumbuhi oleh tanaman pinus berada di Desa Seukeuk, Kecamatan Tangse. Senin 28/08/2017

“Kondisi (hutan terbakar) sudah padam, hanya tinggal sisa api kecil. Tim karhutla (kebakaran hutan dan lahan), di antaranya terdiri Kodim, Polres, dan BPBD Pidie stanby (siaga) di tempat kejadian,” ujarnya.

Dia melanjutkan, kebakaran pertama kali muncul, dan dilihat oleh warga setempat dengan membakar ilalang pada Jumat (25/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Lalu api semakin cepat membesar dan meluas akibat terbawa angin akibat cuaca panas dengan membakar kawasan hutan pohon pinus.

Pihaknya yang mendapat informasi, saat itu juga langsung berkoordinasi aparat terkait, seperti unsur TNI/Polri setempat dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

“Tapi karena jarak tempuh yang jauh dan cukup sulit dijangkau ke lokasi hutan terbakar, hingga pukul 21.30 WIB, api belum berhasil kami padamkan,” ujar dia.

Dalam dua hari terakhir, ia mengatakan, pihaknya masih mengerahkan tim darat terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD dan masyarakat untuk menyekat sumber api yang masih tersisa dengan jumlah sekitar 200 personel.

“Permintaan untuk water boombing (bom air) sudah tidak diperlukan lagi, begitu pun juga dengan tim pendampingan BNPB. Kami kira, sudah memadai,” ujar Apriadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat mengaku, satelit tidak memantau kebakaran di hutan lindung yang ditumbuhi tanaman pinus di Kabupaten Pidie, Aceh.

“Ya. Kemarin (Sabtu, 26/8) pagi, memang sempat terpantau. Tapi, sore harinya sudah tidak ada lagi,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang Zakaria.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mengatakan, walau secara nasional terdapat ratusan titik panas di Tanah Air, tapi tidak semua terpantau satelit.

“Di lapangan jumlah hotspot kemungkinan lebih banyak, karena adanya daerah-daerah yang tidak terlintasi satelit saat ada kebakaran hutan,” ujar Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :