Topik Terhangat

Akibat Pakai Ijazah Dan Akta Palsu 7 Bintara Polri di Tangkap

Ilustrasi @google.com


DILIPUTNews.com, Jakarta – Polres Jakarta Barat menangkap tujuh pengguna ijazah palsu. Mereka menggunakannya untuk mendaftar sebagai calon Bintara Polri 2017 pada 14 Maret-15 April 2017.

“Polres Metro Jakarta Barat ungkap ijazah palsu, hasil ujian palsu, dan akta kelahiran palsu. Hasil kerja sama dengan Biro SDM Polda Metro Jaya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan dalam keterangan pers di kantornya, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Rabu (26/4/2017).

Ketujuh pelaku tersebut adalah RH (22), ZP (20), SG (22), IP (22), CIM (21), LE (21), dan MFH (20). Modus operandi mereka adalah meninggikan nilai ujian dan memajukan tanggal lahir.

“Modus operandi, pertama, tiga orang pelaku nilai rendah. Standar Mabes nilai ujian 6,0. Karena rendah, mereka mengganti hasil ujian agar bisa mencapai target,” katanya.

“Empat orang melewati batas karena umur maksimal 21 tahun. Mereka ganti tanggal lahir di ijazah, akta, dan lainnya,” ujar Andi.

Kasus ini diketahui setelah dilakukan pengecekan administrasi. Setelah ada kecurigaan, dilakukan pengecekan keaslian ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Untuk membedakan ijazah, kita meminta keterangan ahli dari Kementerian Pendidikan Nasional,” lanjutnya.

Menurut Andi, pengguna membayar Rp 50-100 juta untuk surat palsu tersebut. Mereka meminta jasa kepada seseorang yang masih dicari oleh pihak kepolisian.

“Mereka hanya pengguna. Ada yang membuat dokumen palsu, dan dijual. Pelaku utama sedang kita kejar. Mereka tidak membeli dari satu pembuat,” pungkasnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Data dan Dokumen, dengan hukuman penjara maksimal tujuh tahun.


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :