Topik Terhangat

5 Kata Orang Soal Bayi Baru Lahir Ini Jangan Langsung Dipercaya Ya

Foto @google


DILIPUTNews.com, Meulaboh – Kalau ngomongin bayi baru lahir, biasanya kita ngomongin soal jenis kelamin, nama, berat badannya, dan gimana proses kelahirannya ya, Bun. Eh, tapi ada juga nih hal-hal yang disampaikan orang soal bayi lahir.

Kata orang, bayi baru lahir itu begini, begitu, sering banget Bun mampir di telinga kita. Padahal, ada nih beberapa kata orang soal bayi baru lahir yang kenyataannya nggak seperti yang diungkapkan. Apa aja tuh? Yuk simak rangkumannya seperti dihimpun HaiBunda.

1. Kata Orang, Bayi Baru Lahir Baunya Selalu ‘Enak’

Memang, aroma bayi, terlebih yang baru mandi enak banget ya, Bun. Tapi, ini nggak selalu berlaku lho. Pernah nih suatu hari saya menjenguk anak teman saya dan ternyata, kebetulan bau si bayi nggak sedap, Bun.

Kalau kata dr Margaretha Komalasari SpA atau dr Atha, seperti orang dewasa bayi juga punya kelenjar keringat. Jadi, kalau tubuh bayi berkeringat, terlebih rambutnya lebat, itu bisa memicu bau nggak sedap. Makanya, dr Atha menyarankan supaya bayi rutin dikeramasi dan diganti pakaiannya kalau badannya berkeringat banget. Jangan lupa juga ganti sarung bantal bayi ya.

2. Kata Orang, Bayi Baru Lahir Bakal Ngajak ‘Begadang’ Selama 40 Hari

Sebenarnya, Bun, begadang yang sering dirasakan orang tua karena memang si kecil pola tidurnya masih belum beradaptasi. Nah, kita perlu nih Bun membiasakan anak untuk tahu konsep pagi dan malam. Kata dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Seotomo Surabaya, salah satu caranya adalah membiasakan bayi tidur malam dengan cahaya yang digelapkan alias remang-remang.

Nah, pas siang hari, biarkan cahaya matahari masuk rumah dan kamar tidur plus suasana sekitar bayi yang sedikit lebih ramai dan aktif. Kita perlu ingat ya, Bun, si kecil juga butuh waktu belajar. Jadi, pas usia bayi sekitar 2-3 bulan, biasanya dia sudah mulai bisa membiasakan diri tidur lebih lama di malam hari.

3. Kata Orang, Menyusui Akan Terjadi Secara Alami

“Nggak. Nggak benar. Saya akhirnya bisa menyusui si kecil sampai umur 2 tahun pakai effort,” kata salah satu sahabat HaiBunda, Ratna. Setuju, Bun sama Ratna?

Memang kok, banyak usaha yang perlu kita lakukan untuk mencapai keberhasilan proses menyusui. Seperti kata dr Utami Roesli SpA, IBCLC, dukungan dari pasangan dan keluarga penting banget untuk ibu menyusui. Tapi, kita juga perlu berusaha nih, Bun. Misalnya, dengan membuat diri kita nggak terlalu stres karena stres bisa menghambat produksi ASI.

Selain itu, teknik-teknik menyusui juga perlu kita pelajari, Bun. Misalnya pelekatan. Makanya, kata dr Utami, penting banget buat calon ibu berkonsultasi sama konselor laktasi atau ikut kelas laktasi supaya pengetahuan soal menyusui dan ASI-nya bertambah.

4. Kata Orang, Feses Bayi Nggak Terlalu Bau

“Yang namanya pup bayi, pasti bau-lah ya. Namanya juga kotoran kan, he he he” ujar dr Meta. Jadi, Bun walaupun anak masih bayi dan cuma minum ASI aja, tetap aja kok fesesnya berbau. Memang, kata dr Meta, BAB bayi yang minum ASI cenderung lebih cair, lebih sering (bisa lebih dari 5 kali sehari) dan berbau agak asam.

“Sedangkan bayi yang meminum susu formula biasanya memiliki feses lebih padat, lebih berbau tajam, dan lebih jarang dibanding ASI,” kata dr Meta.

Jadi, bukan nggak mungkin nih Bun kalau pas si kecil pup, kita mesti tutup hidung karena menahan bau pup-nya, hi hi hi.

5. Kata Orang, Ibu Bisa Tidur Pas Bayi Tidur

Ini memang bisa terjadi pada beberapa ibu. Tapi, ibu lainnya bisa juga nggak mengalami hal ini. Nah, Bunda termasuk yang mana? Mengingat bayi masih perlu beradaptasi soal waktu tidurnya ditambah kadang banyak pekerjaan yang mesti kita handle, yang terjadi adalah angan-angan sih pas anak tidur kita juga bisa tidur. Tapi nyatanya, pas bayi tidur, banyak kerjaan lain yang menanti diselesaikan.

“Nggak bisa ikut tidur juga sih. Soalnya pas anak tidur, kerjaan lain belum kelar. Kebetulan nggak ada ART di rumah, saya deh yang ngerjain. Kecuali kalau udah tepar banget, baru deh bisa tidur dengan kerjaan lain yang masih numpuk, he he he,” kata ibu satu anak, Yanni.

Nah, kata psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, bantuan suami dan berbagai pihak penting banget buat ibu yang baru melahirkan supaya bisa dapat waktu tidur yang cukup. Ditambah,bayi yang sering bangun di malam hari bisa bikin ibu kurang tidur. Setidaknya, dengan dihandle-nya kerjaan lain, ibu punya kesempatan untuk tidur atau minimal istirahat pas bayi tidur di siang hari. (*)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :