Topik Terhangat

Setubuhi Penumpangnya, Pengemudi Ojek Online Ditahan

Ilustrasi @goggle


DILIPUTNews.com, Jakarta – Seorang driver ojek online diringkus polisi lantaran diduga telah memperkosa penumpangnya yang masih pelajar berinisial DS (17) di Jalan Slamet Riyadi IV, Matraman, Jakarta Timur.

Untungnya, aksi bejat pelaku bernama Chairulloh (37) dipergoki masyarakat. Masyarakat pun murka lalu menghajar pelaku hingga babak belur sebelum kemudian diserahkan ke polisi kamis lalu (07/09).

“Pelaku itu diserahkan oleh warga ke polisi. Sebelum diserahkan ke kami, warga yang kesal dengan perbuatan pelaku menghakiminya. Dia (pelaku) sampai biru-biru dan lebam,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana

AKBP Sapta menyebutkan,pelaku driver ojek online ditangkap oleh warga di lokasi kejadian. Pelaku ditangkap warga setelah mencabuli DS di rumah salah seorang rekannya sekitar 10 menit lamanya. “Korban ingin diantarkan ke tempat PKL, tetapi korban malah dibawa ke rumah teman pelaku di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur,” katanya.

Meski lokasi pemerkosaan di rumah teman pelaku si driver ojek online, polisi memastikan cuma Chairulloh seorang yang melakukan perbuatan bejat tersebut. “Pelaku hanya dia saja yang saat ini masih kami periksa secara intensif,” Lanjutnya

Kini, pelaku telah dibekuk dan dijebloskan ke sel tahanan Polres Jakarta Timur. Pelaku akan dijerat Pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, pelaku kasus pemerkosaan yang juga seorang pengemudi ojek online, Chairulloh sejatinya sudah mengenal korban, DS. Begitu juga dengan DS yang menang sudah mengenal pelaku sebelumnya.

“Saya nyatakan pelaku ditahan, tapi sementara unsur pemaksaannya masih dikaji, karena keduanya saling mengenal,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat, 8/9/2017.

Menurutnya, meski saling mengenal keduanya, orang tua korban menuntut pelaku karena tak terima anaknya disetubuhi. Apalagi korban masih berusia di bawah umur.

Meski nantinya terungkap keduanya melakukan perbuatan tersebut karena suka sama suka, pelaku tetap dijerat undang-undang Perlindungan Anak.

“Kalau suka sama suka kan persoalannya tak bisa dijadikan pemerkosaan. Tapi persetubuhan anak di bawah umur karena orang tuanya itu nuntut,” Pungkasnya (Red/Sindo)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :