Topik Terhangat

Perkara Perusakan Kantor LPPM UTU Disidangkan

Meulaboh | Diliputnews.com – Majlis Hakim Pengadilan Negeri Meulaboh, Senin (2/27), menggelar sidang perdana perkara perusakan Kantor LPPM Univ. Teuku Umar (UTU) Meulaboh.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim M. Nasri, SH, beranggotakan Indah Rufiadi, SH dan Muhammad Iman, SH, dengan menghadirkan Syah Bakri sebagai terdakwa, yang di dampingi oleh Penasihat Hukumnya Moch. Ainul Yaqin, S.HI, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, sedangkan Penuntut Umum Sutrisna, SH dari Kejaksaan Negeri Meulaboh.

Sidang perdana, agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penutut Umum, Sutrisna, SH. Bahwasanya dalam uraian dakwaan disebutkan bahwa terdakwa Syah Bakri Bin Syarifuddin didakwa dengan dakwaan alternatif menggunakan pasal 170 ayat (1) KUHPidana atau pasal 406 ayat (1) KUHPidana, yang mana kedua pasal tersebut mengenai tindak pidana perusakan terhadap barang. Dalam uraiannya juga disebutkan bahwa terdakwa menyebabkan kerusakan kantor LPPM UTU, yakni Pintu Kaca, Pamflet, dan lain-lain yang ditaksir kerugiannya sebesar 20 juta rupiah.

Setelah pembacaan dakwaan, Majelis Hakim mempertanyakan kepada terdakwa apakah ada keberatan dengan dakwaan JPU, dan menyuruh terdakwa untuk konsultasi dengan Penasihat hukumnya. Setelah konsultasi, terdakwa menyatakan akan mengajukan keberatan secara tertulis yang diagendakan pada persidangan selanjutnya tanggal 6 Maret 2012.

Diruang persidangan, pantauan Diliputnews.com tampak relasi terdakwa memenuhi ruang persidangan bahkan sampai ada yang rela berdiri karena keterbatasan tempat duduk. Perlu diketahui perkara ini bermula ketika terdakwa yang merupakan aktifis mahasiswa Univ. Teuku Unar (UTU) melakukan aksi demo ke kantor LPPM UTU terkait pemukulan terhadap salah satu Mahasiswaoleh Ketua LPPM tahun 2011 Sehingga berujung pada tindakan perusakan karenan kekesalan terhadap persoalan kampus.

Menurut terdakwa, perkara ini sebenarnya sudah ada perdamaian antara dirinya dengan pihak rektorat UTU, bahkan dalam perdamaian tersebut perkara ini akan diselesaikan secara kekeluargaan, tapi kok gak tahunya sampai ke pengadilan, ujar terdakwa. (  Muchlis )


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :