Topik Terhangat

Jaksa Periksa Dua Saksi Kasus Rumah Guru

Hukum dan Humas Kejati Aceh Amir Hamzah


BANDA ACEH | DiliputNews.com  –  Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi Aceh memeriksa dua saksi terkait dugaan penyimpangan pembangunan rumah dinas guru terpencil di provinsi itu dengan nilai anggaran Rp20 miliar.

“Rencananya tiga saksi yang diperiksa, tetapi yang memenuhi panggilan hanya dua orang. Seorang lainnya beralasan sakit,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Muhammad Yusni di Banda Aceh, Selasa.

Didampingi Kepala Penerangan, Hukum dan Humas Kejati Aceh Amir Hamzah, ia mengatakan, dua saksi yang diperiksa tersebut Irmansyah, pelaksana teknis lapangan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nagan Raya.

“Jaksa juga memeriksa Dra Sabrina, Kepala Bidang Pembendaharaan pada kuasa Bendahara Umum Daerah Pemerintah Aceh. Sedangkan Syafrizal, konsultan pengawas CV Delta Konsultan, batal diperiksa karena beralasan sakit,” katanya.

Ia mengatakan, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, ditangani dua jaksa penyelidik. Namun, ia tidak merinci pertanyaan aja yang ditanyakan jaksa kepada kedua saksi tersebut.

“Materinya tidak jauh dari indikasi penyimpangan pembangunan rumah dinas guru terpencil. Pemeriksaan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada tersangkanya,” ujar Amir Hamzah.

Ia menyebutkan, pengusutan kasus tersebut mulai ditangani sejak 2011, di mana ada temuan indikasi penyimpangan pembangunan rumah dinas guru terpencil tahun anggaran 2009 dengan nilai Rp20 miliar di 18 dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Ke-18 kabupaten/kota di Aceh, yakni, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Singkil, Kota Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Simeulue.

“Kasus ini bukan proyek fiktif, tetapi tidak tuntas dikerjakan. Sementara, anggarannya sudah dicairkan 100 persen. Inilah yang sedang diusut,” ungkap dia.

Menyangkut indikasi kerugian negara, Amir Hamzah belum bisa menyebutkan karena kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan keterangan saksi.

“Kerugian negara baru bisa diketahui setelah ada audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nanti, kami akan meminta BPK mengaudit anggaran pembangunan rumah dinas guru terpencil tersebut,” kata Amir Hamzah. (Red/Ant)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :