Topik Terhangat

Penganiayaan Narapidana LP Meulaboh “Korban Mulai Diancam”

Rabu, 23 Mei 2012. Pkl. 05:32 WIB

Dibaca :842 views

DiliputNews.com

Penganiayaan Narapidana LP Meulaboh "Korban Mulai Diancam"

Meulaboh | Diliputnews – Terkait dugaan penganiayaan, narapidana Hendra Suadi (29) mulai mendapat ancaman dari pihak Rutan/lapas Klas II Meulaboh. Oknum pegawai Rutan/Lapas mulai melakukan pendekatan ke Hendra Suadi (korban) agar mau berdamai, jika tidak, korban di ancam akan dipindahkan keluar Aceh.

Mengenai hal tersebut keluarga ketahui setelah di beritahukan oleh istri korban, selasa malam (22/05/12). Akibatnya saat ini keluarga korban mulai khawatir dan ketakutan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kondisi korban.

Sebelumnya setelah di aniaya, korban selama 2 hari dilarang dikunjungi, tapi hari-hari berikutnya sudah di izinkan hingga senin, (21/05/12). Sedangkan paska pelaporan keluarga korban ke LBH dan konfirmasi ke pihak media, Selasa (22/05/12), korban tidak di izinkan lagi untuk di kunjungi. Pihak penjaga lapas menyatakan bahwa korban tidak di bisa kunjungi dengan alasan korban merupakan bagian kelompok dari Napi yang kabur.

Sungguh luar biasa yang aneh pihak lapas memperlakukan korban, karena sehari sebelumnya saat di kunjungi oleh keluarga bersama LBH, Senin (21/05/12), korban tidak termasuk ke dalam bagian kelompok napi yang kabur. Hal ini sebagaimana pengecekan yang dilakukan oleh petugas piket saat itu, dan dari penglihatan LBH beserta keluarga tidak menemukan nama korban dalam surat Isntruksi No. W1.PK.04.01-243, agar bagi para petugas jaga tidak menerima tamu Bezuk bagi nama-nama narapidana yang tertera didalamnya.

Semakin terlihat aneh di saat penambahan nama korban hanya dengan menggunakan tulisan bollpoint. Sedangkan ke-27 Napi yang telah tertangkap kembali setelah melarikan diri menggunakan tulisan ketikan komputer. Kebohongan pihak penjaga juga kelihatan, karena daftar nama Napi yang tertangkap dalam surat Isntruksi No. W1.PK.04.01-243 antara yang tertempel di dalam dan di luar pos penjagaan tidak sama, penambahan nama korban hanya tertera di daftar nama yang tertempel bagian dalam, sedangkan di bagian luar tidak ada tambahan. (Foto surat terlampir).

Memang hal ini sebelumnya telah di khawatirkan oleh keluarga. Karena di kalangan Napi sudah beredar rencana tersebut. Keluarga sudah sangat was-was sebab kekhawatiran korban akan dikondisikan ke dalam kelompok Napi yang kabur pun benar terwujud.

Mengenai penganiayaan bagian dari pembinaan terhadap korban yang diungkapkan oleh Kepala Lapas Meulaboh, hal itu merupakan suatu pembenaran yang tidak mendasar. Sebab tidak ada satu peraturan manapun yang mengatur pembinaan Napi dengan pola kekerasan. Oleh karenanya yang dilakukan oleh Oknum petugas Rutan/Lapas bertentangan dengan pasal 7 UU UU No 12 Tahun 2005 Tentang Ratifikasi Hak Sipil Politik Jo. Pasal 33 Ayat (1) UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

Jika itu dianggap pembinaan sebagaimana pernyataan Kepala Lapas Meulaboh, maka pembinaan yang demikian juga tidak selaras dengan UU No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, bahwa sistem pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas.

Memang korban adalah orang yang di batasi ruang geraknya karena sedang menjalani hukuman. Pun demikian dia sebagai manusia masih memiliki hak-hak dasar dan harus diperlakukan secara manusiawi serta bermartabat. Seperti hak rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu, sebagaimana diatur dalam Pasal 10 UU No 12 Tahun 2005 Tentang Ratifikasi Hak Sipil Politik Jo. Pasal 30 dan 34 UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM.

Dalam kondisi bagaimanapun bahkan darurat sekalipun, Narapidana wajib diperlakukan layak seorang manusia. Termasuk jika “pulang ke rumah tanpa memberitahukan kepada pegawai Rutan/Lapas”. Perbuatan korban tentunya ada sanksi yang berlaku di Rutan/Lapas, bukan malah di aniaya. **(AF/Q1)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.diliputnews.com


© DiliputNews.com | Share :